PERTOLONGAN PERTAMA PADA SAKIT ASMA

Sakit Asma adalah penyempitan/gangguan saluran pernapasan. Karena penyempitann ini, penderita mengalami kesulitan dalam bernapas. Penyebabnya adalah oksigen yang keluar dari paru-paru sulit dikeluarkan. Faktor penyebab Asma adalah udara yang sangat dingin, olahraga yang berlebihan, infeksi bronkhitis, terjadi iritasi ketika menghirup napas/udara.
 
Gejala yang kerap muncul bila sakit Asma adalah :
1. Terkadang mengalami ketegangan dan ketakutan.
2. Terdengan suara napas tambahan.
3. Sering batuk.
4. Otot bantu napas terlihat menonjol (dileher).
5. Ada rasa mual, bahkan mau muntah.
6. Irama napas tidak teratur.
7. Warna kulit berubah (merah/pucat/kebiruan/sianosis).
8. Kesadaran menjadi turun (gelisah/meracau).
9. Ada tanda-tanda sakit demam.
 
Oleh karena itu, bila Anda mengalami gejala-gejala seperti di atas, lakukan tindakan berikut ini:
1. Penderita harus tenang.
2. Pindahkan korban ketempat yang luas dan sejuk.
3. Posisikan 1/2 duduk.
4. Atur napas.
5. Berilah napas bantuan bila diperlukan.
 
Ingat bahwa sakit ini sangat berbahaya bila salah dalam penanganannya. Oleh karena itu bila korban mengalami terus tanda-tanda seperti sulit menghirup udara, sulit batuk, sekujur tubuhnya berwarna biru dan sangat lelah, bawalah korban ke rumah sakit. Sebab, jika tidak korban akan pingsan saat itu juga.

CARA AMPUH OBATI GINJAL DENGAN KUMIS KUCING

Hampir semua orang  kenal dengan tanaman obat kumis kucing. Tanaman ini sudah sangat terkenal karena mampu mengobati berbagai penyakit seperti batu ginjal. Sudah banyak orang yang merasakan sendiri manfat dari herbal yang satu ini.
Tanaman kumis kucing sendiri memiliki naman Latin Orthosiphon aristatus (famili: lamicaeae/labiata). Tanaman yang memiliki bunga berwarna putih ini selain untuk ramuan obat juga sangat indah dijadikan sebagai tanaman hias. Sebelum kita bahas lebih jauh mengenai manfaat daun kumis kuncing, ada baiknya kita kenalan lebih jauh dengan tanaman obat yang satu ini.
Berikut ini beberapa ciri-ciri fisik atau kenampakan tanaman kumis kucing:
  • Mahkota berupa tandan dengan panjang 7 hingga 29 cm
  • Berbatang basah dan tegak
  • Mahkota bunga berwarna putih atau putih keunguan
  • Posisi daun pada batang berselang seling
  • Bagian bawah berakar tunggang
  • Daun bundar / lonjong, panjangnya sekitar 1 s/d 10 cm.
  • Tangkai bulat berwarna ungu kehijauan
  • Tulang daun bercabang- cabang
  • Benang sari mencuat keluar mirip dengan kumis kucing
  • Panjang tangkai daun 7 s/d 29 cm
  • Biji yang masih muda berwarna putih kehitaman, sedangkan yang sudah tua berwarna coklat kehitaman.
Ada banyak sekali manfaat tanaman kumis kucing dikarenakan kandungan senyawa kimia di dalamnya, diantaranya adalah minyak atsisi, saponin, sapofonin, sinensetin, mioinositol, zat samak dan kalium. Senyawa kimia tersebut dapat mengobati berbagai penyakit yang kita derita. 

GEJALA ALERGI MAKANAN

Alergi makanan adalah reaksi alergi yang terjadi akibat sistem kekebalan tubuh kita keliru merespons protein yang berasal dari makanan dan menganggapnya sebagai suatu ancaman. Salah satu reaksi alergi yang muncul bisa berupa rasa gatal dan ruam pada kulit.

Berdasarkan zat pemicu dan jangka waktu munculnya gejala, alergi makanan terbagi menjadi tiga jenis, yaitu imunoglobulin E, non-imunoglobulin E, dan gabungan keduanya. Imunoglobulin E merupakan salah satu zat antibodi yang ada di dalam sistem kekebalan tubuh kita. Alergi makanan yang dipicu oleh produksi zat ini merupakan jenis alergi makanan yang paling umum terjadi dan gejalanya biasa akan muncul tidak lama setelah penderita makan.
Sedangkan untuk alergi makan yang dipicu oleh zat-zat antibodi selain imunoglobulin E, rentang waktu munculnya gejala akan membutuhkan waktu yang lebih lama atau biasanya berjam-jam setelah penderita makan.
Jenis alergi makanan yang terakhir adalah kombinasi dari imunoglobulin E dan non-imunoglobulin E. Orang yang menderita kondisi ini akan merasakan gejala-gejala dari kedua jenis alergi makanan tersebut. 
Penderita alergi makanan yang dipicu imunoglobulin E biasanya akan mengalami gejala berupa ruam merah dan gatal di kulit, kesemutan atau gatal di dalam rongga mulut, sulit menelan, dan pembengkakan pada mulut, wajah, serta bagian tubuh lainnya. Ruam pada alergi jenis ini biasanya tampak timbul pada permukaan kulit. Selain gejala-gejala tersebut, dapat juga terjadi mual dan muntah, mata terasa gatal, bersin-bersin atau napas pendek, pening atau pusing, diare, sakit perut, serta sesak napas.
Pada kasus alergi makanan non-imunoglobulin E, gejala utama yang timbul sebenarnya hampir sama dengan gejala pada alergi makanan yang diperantarai oleh imunogbulin E, yaitu munculnya rasa gatal dan ruam di kulit. Namun bedanya, tekstur ruam pada jenis alergi ini tidak tampak timbul. Selain itu ada yang mengalami gejala seperti penyakit eksim atopik, yaitu kulit kering dan pecah-pecah, berwarna merah, serta terasa gatal.
Kadang-kadang alergi makanan non-imunoglobulin E dapat memunculkan gejala seperti yang disebabkan oleh kondisi lain di luar alergi, sehingga mungkin salah terdiagnosa. Gejala-gejala tersebut di antaranya:
  • Area kelamin dan anus tampak berwarna kemerahan.
  • Gangguan pencernaan.
  • Sembelit
  • Nyeri ulu hati.
  • Frekuensi buang air besar meningkat.
  • Adanya lendir atau darah pada kotoran.
  • Kulit pucat.
  • Rewel pada bayi.
Jangan sepelekan alergi makanan karena pada kasus tertentu bisa mengarah kepada suatu kondisi yang disebut anafilaksis atau reaksi alergi parah. Gejala awal anafilaksis memang terlihat seperti gejala alergi makanan biasa, namun dalam waktu yang sangat cepat, gejala dapat memburuk dan penderitanya bisa mengalami beberapa hal berikut: 
  • Peningkatan detak jantung yang sangat cepat.
  • Kesulitan bernapas.
  • Munculnya perasaan cemas dan ketakutan yang intens secara tiba-tba.
  • Penurunan tekanan darah yang sangat drastis.
  • Pingsan.